Sabtu, 13 Juli 2013

BERAWAL DARI MIMPI, SEMUA AKAN TERASA INDAH..

Entah, aku tidak mengerti mengapa kehidupan ini terasa lebih indah jika kita bisa mengambil segala hikmah dari semua kejadian serta bersyukur terhadap apa yang kita punya. Itulah caraku untuk mendapatkan suatu kebahagiaan..
Memang ada yang mengatakan bahwa aku terlalu idealis dan kurang bisa menikmati kehidupan. Mereka memandangku demikian karena mereka melihat sepertinya aku terlalu asyik dan sibuk dengan segala aktivitas hingga tak ada jam untuk bersantai. Aku pun hanya tersenyum menanggapi pernyataan tersebut. Justru dengan berbagai macam kesibukan yang aku jalani, aku lebih belajar akan makna kehidupan..
Satu hal yang aku pegang adalah MIMPI. Yup, beranilah bermimpi dan lebih berani lagi untuk mewujudkannya. Perlahan-lahan apa yang aku impikan dapat tercapai. Aku mulai menuliskan mimpi-mimpiku itu dan aku tempel di dinding Lemari agar aku terus ingat dengan cita-citaku dan terus termotivasi untuk mewujudkannya.
Bangun pagi penuh syukur dan doa,
Memulai hari baru dengan senyum dan optimis,
Mencintai apa yang kita kerjakan,
Terus mengembangkan potensi diri,
Meraih sukses sungguh nikmat sekali...........
~Andrie Wongso~

“Man Jadda Wajada” yang bersungguh-sungguh, dia pasti berhasil.
“Man Shobaro Zafira” yang sabar, dia pasti menang.
“Kerja keras dan kesuksesan itu tidak bersebelahan. Namun, ada jurang pemisah yaitu kesabaran. Semakin besar jurang kesabaran yang memisahkan maka semakin besar kesuksesan yang diraih”.

Aku mulai menuliskan satu per satu mimpi yang ingin ku raih. Perlahan-lahan Alhamdulillah mimpi itu terwujud selaras dengan usaha yang aku lakukan dan doa yang aku panjatkan. Bukan bermaksud untuk pamer, tapi hal ini merupakan suatu bukti bahwa jika kita ingin meraih sesuatu maka berpikirlah positif dan yakinlah kita bisa mewujudkannya. Dengan begitu otak kita akan fokus pada apa yang kita inginkan dengan menggerakkan pikiran kita untuk berjuang dan berusaha meraihnya.
Awal memasuki perkuliahan hingga sekarang, aku tulis mimpi untuk meraih Index Prestasi (IP) sebesar 3,8, mendapatkan beasiswa berprestasi, menjadi asisten dosen, lolos PKM dikti, lolos menjadi Mawapres UB, Join AIESEC, Aktif organisasi (HMP dan RKIM), Study abroad, going overseas, Umroh, etc..
Alhamdulillah, awal semester I IP yang aku raih 3,73 tapi aku tidak patah semangat untuk meraih yang lebih tinggi lagi. Dengan pencapain itu, aku pun mendapatkan beasiswa PPA (berprestasi) dari dikti. Akhirnya semester 4 aku raih IP sebesar 3,875. Setelah itu aku mengikuti seleksi untuk menjadi anggota Riset dan Karya Ilmiah UB dan Alhamdulillah aku pun lolos menjadi staf divisi karya ilmiah. Tak berhenti disitu, aku pun berusaha aktif dalam bidang karya ilmiah dengan diterimanya paper edukasi dan diundang dalam international seminar di Jakarta untuk menjadi pembicara.
Presenter of International Seminar on Quality and Affordable Education
(Jakarta, 21st -23rd  May 2012)

Setelah itu aku mengikuti seleksi asisten dosen tugas besar transportasi sedimen, Alhamdulillah lolos. Lalu aku mencoba apply dalam acara international conference di padang. Tak kusangka aku pun lolos menjadi pembicara dalam acara tersebut.
Presenter of International Conference on Construction, Industry, Facilities, and Asset Management
(Padang, 22nd -23rd  November 2012)

Setelah terpilih menjadi top ten essays, aku pun berlomba untuk mendapatkan tiket gratis mengikuti acara IYLC (Indonesia Youth Leadership Conference) yang diadakan oleh AIESEC. Akan tetapi, Allah berkehendak lain. Aku pun belum lolos menjadi delegasi di Jakarta. Akhirnya, aku mengikuti acara AIESEC untuk menjadi house family interns. Akhirnya setelah itu keinginanku terwujud untuk mendapatkan interns dari jerman ^^..
House Family of AIESEC Interns from Germany (Mojokerto, 20th  January 2013)

(Lombok, 26th-29th January 2013)

Tak berhenti disitu aku terus berniat untuk mengepakkan prestasi di luar negeri. Dengan ditolaknya aku dalam acara international conference di Thailand, Filipina, dan Boston, malah membuatku semakin penasaran untuk terus mencoba dan mencoba lagi. Akhirnya aku mencoba apply dalam acara Aseanpreneurs youth leaders exchange. Alhamdulillah, aku pun menjadi salah satu delegasi perwakilan Indonesia di Filipina dalam acara tersebut.
Indonesia Delegate of Aseanpreneurs Youth Leaders Exchange (AYLE) 2013
(Philippines, 24th Feb-1st Mar 2013)

Disaat persiapan aku menuju Filipina, aku mendapat kabar gembira bahwa PKMK yang berjudul “Kripik Turi Camilan Sehat”: Inovasi Baru Pengganti Makanan Ringan yang Tidak Sehat, Alhamdulillah lolos dibiayai oleh Dikti. Aku pun bersyukur kepada Allah, karena sudah 3 kali terjadi penolakan PKM yang aku buat seperti PKM-GT dan PKM-KC, akhirnya lolos juga ide PKM-K yang aku buat. Aku percaya bahwa tidak ada usaha yang sia-sia.
Monev Fakultas Tim PKM-K UB “KRIUCIH”

Sepulang dari Filipina tanggal 3 Maret 2013, hanya semalam di Indonesia, aku pun bergegas untuk menyiapkan keberangkatanku bersama keluarga menuju tanah suci untuk umroh. Alhamdulillah, Allah masih memberikan semangat dan kesehatan padaku sehingga aku pun dapat melaksanakan ibadah umroh. Subhanallah, Maha Suci Allah, ketika aku melihat dan mencium Ka’bah, berdoa di raudah (makam rasulullah), dan mencurahkan isi hati serta hajat baik di mekkah maupun madinah, air mataku jatuh tak terasa dan pecah menangis terharu atas karunia dan nikmat yang diberikan oleh Allah kepadaku.. Maka nikmat Tuhanmu  manakah yang kamu dustakan?
Madinah, 5th -8th March 2013

Umroh bersama Ayah dan Ibu
(Mekkah, 8-13 March 2013)

Sepulang dari umroh, aku mendapat kabar dari pak udin (salah satu staf pengairan) untuk menjadi perwakilan teknik pengairan dalam ajang pemilihan mahasiswa berprestasi. Wah mendengar kabar itu, aku pun agaknya kurang yakin dengan pencapaian itu. Menurutku aku masih belum apa-apa. Tapi aku terus meluruskan pikiranku, apa salahnya sih kalau aku coba. Akhirnya dengan mengikuti rangkaian seleksi dan interview 3 kali, Alhamdulillah, aku terpilih menjadi mahasiswa berprestasi Fakultas Teknik juara I dan mawapres UB juara III.
Penghargaan oleh Bakrie kepada Mawapres UB

Tak hanya disitu saja perjuanganku, akibat dari penolakan application HPAIR (Harvard Project for Asian and International Relations) di Boston, aku pun mencoba apply HPAIR di dubai. Alhamdulillah setelah interview, aku lolos menjadi salah satu delegasi perwakilan Indonesia dalam acara internasional tersebut.
Indonesia Delegate of Harvard Project for Asian and International Relations
(Dubai, 22nd -26th 2013)

Bismillahirrohmanirrohim, semoga persiapan mengikuti HPAIR 2013 di dubai dan Monev PKM oleh dikti berjalan dengan lancar dan selalu diberi kemudahan oleh Allah SWT.. Aamiin..

Itulah sekilas tentang kisahku mengenai MIMPI. The point is Jangan takut bermimpi. Work Hard, Dream Believe, and Make it Happen! God Bless you all.. InsyaAllah :) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar