Selasa, 26 Juli 2016

Ayah…

Ayah…
Sosok pria yang selalu ada di hatiku. Dia yang selalu memberikan ketenangan dikala aku sedang bersedih. Ayah yang selalu memberikan saran ketika aku diterpa masalah. Beliau selalu ada baik suka dan duka. 

Ayah yang mengajarkanku untuk tegar, tabah, dan ikhlas. Ayah yang memberikanku semangat dan selalu berpikir positif. Dia yang meyakinkanku bahwa segala sesuatu bisa terjadi ketika kita ikhtiar, berdoa, dan tawakkal kepada Allah.

Ayah memiliki hobby yang sama denganku. Kita penyuka travelling. Dia selalu ada menemaniku untuk menikmati alam yang indah. Dia yang selalu melindungiku.
Tak pernah aku liat ayah melakukan kekerasan. Dia dengan sabar menuntunku. Akan tetapi dia juga tegas mengatakan tidak jika itu salah dan mendukungku jika itu baik.

Ayah yang selalu bekerja keras dan berpikir kreatif. Masih ingat dahulu ketika aku mengerjakan tugas prakarya, ayah selalu membantu dan memberikan ide-ide yang unik.

Ayah selalu berpikir praktis, sederhana, dan tidak neko-neko. Tapi itulah yang aku suka karena terkadang aku berpikir terlalu rumit dan panik.

Kini ayah sudah berusia 58 tahun. Guratan wajah ayah tergambar jelas di benakku. Terimakasih ayah, atas segala perhatian dan kasih sayangmu. Maafkan aku jika pernah membuat ayah sedih, kecewa, dan tidak senang.  Semoga Allah selalu memberikan kebahagiaan, kesehatan, dan keberkahan umur pada Ayah. Aamiin.

With love,


Anggun, Your Little Girl


Kamis, 14 Juli 2016

Perjalanan Wisata Dadakan Menuju Penang, Malaysia

Yeayy! Travelling adalah kegiatan yang paling aku sukai. Alhamdulillah mendapatkan kesempatan untuk menapaki Kota Penang Malaysia setelah menikmati suasana Kota Medan Sumatera Utara.
Well, pertama penulis akan bercerita mengenai Kota Medan. Sesampainya di bandara kita menaiki kereta bandara, Airport railway station di Kuala Namu. Perjalanan dari kualanamu menuju kota medan sekitar 30 menit menggunakan kereta. Harganya 100.000 rupiah.

Keceriaan dalam Kereta dari Kuala Namu menuju Medan

Ada satu hal yang paling aku sukai di kota ini adalahhhhhh DURIAN.. I really love it so muchhhh.. Lebayy :p
Yaaa meski durian saat itu belum musim, akan tetapi masih ada juga stock durian di Ucok Durian.. Mantaaapp…

Menikmati Manisnya Durian Medan, satu mana cukup :p

Istana Maimoon..
Di Istana Maimoon kita bisa mencoba kostum baju daerah medan dengan sewa baju 10.000, 30.000, hingga 60.000 rupiah.

Raja dan Ratu sedang menemani putri 
yang menunggu pangeran yang belum juga datang :p #jadibaper

Kita juga bisa membeli oleh-oleh seperti tas, kain tenun, sarung tenun di sana.
Disana juga terdapat taman yang indah dengan hiasan bunga-bunga nan elok.. 

I love flowers ^_^

In front of Maimoon Palace :)

Selanjutnya kita berkemas untuk menuju PENANG :D
Tepat jam 16.30 kami sampai di Bandara Kuala Namu.

Di depan Miniatur Khas Medan

Okee,,, Here we go! Saatnya take off pada jam 7 malam.. Kemudian kita sampai di bandara penang pukul 19.30. Yuhuu saatnya nyari spot foto yang ada tulisan Penang akhirnya dapet di spot ini.. hehehehe.. Padahal tulisannya Quarantine Unit.. Random aja deh meski di tempat karantina..

Inside Penang Airport

Sebelum menuju hotel, aku sempat menukar uang rupiah ke ringgit. Cukup mahal kalau kita menukar di Money Changer Bandara. Selisih sekitar 100.000 jika menukar 1 juta. Setalah itu kami menuju Hotel Georgetown City Hotel Penang menggunakan taksi bandara.

Dalam perjalanan menuju hotel, kami memiliki kesepakatan dengan sopir taksi bandara untuk menggunakan jasanya selama 10 jam mulai jam 8 pagi hingga jam 6 malam.

Jam 8 pagi agak ngaret sedikit kita menuju Street Art, George Town. Disana banyak lukisan mural yang ada di dinding-dinding.

Penang Street Art, “Little Children on a Bicycle” Mural, Armenian Street, George Town, Penang

“Reaching Up” Mural, Cannon Street, George Town, Penang

Walking around trying to find the street art in Georgetown is an amazing free activity that showed us a very different kind of street art and also made us discover so much more of the city.
Depan Klenteng Street Art, Georgetown

Lukisan Barongsai 

Toko Pernak Pernik Street Art

Di depan Klenteng Street Art

Masih di Street Art :D

Di daerah street art tersebut juga terdapat Masjid Melayu Jamek Lebuh Acheh Pulau Pinang.
Terletak di ujung selatan George Town, masjid di Lebuh Acheh masuk Tapak Warisan Duni ni dibangun dengan gaya arsitektur Moorish, corak yang juga muncul pada Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Namun, kubahnya tidak berbentuk setengah lingkaran, melainkan beratap meru. Gaya arsitektur China tercermin dari butiran abstrak naga di puncak dan sudut-sudut atap.

Masjid Melayu Jamek Lebuh Acheh Pulau Pinang

Menara Masjid Melayu Jamek Lebuh Acheh Pulau Pinang

Next destination Kek Lok Si Temple :D
Sebelum menuju singgah sana Kuan Yin, kami mampir dulu Transformer of Gurney Paragon. Just took a picture lalu kita menuju pasar yang seperti pasar minggu lokasinya di dekat stadium Bandara Pulau Penang.
Transformer of Gurney Paragon

Akhirnya kami tiba di Kek Lok Si Temple ^_^
Di sekitar patung tersebut terdapat beberapa kuil dan pagoda. Kita juga dapat melihat pemandangan penang. Banyak local Chinese Malaysians datang untuk mengunjungi Kuil Kuan Yin.

Dewi Kuan Yin 

Kuil Kuan Yin

Pemandangan Sekitar Penang

Keep Smiling and Keep Shining :D

Bukit Bendera, Penang Hill ^_^
Penang Hill adalah sebutan dalam Bahasa Inggris untuk Bukit Bendera yang ada di Pulau Penang, Malaysia. Nama awalnya adalah Bukit Bendera Pulau Penang atau Flag Hill. Namun karena dari bukit ini menjadi titik tertinggi (sekitar 830 meter diatas Kota George Town) untuk bisa melihat Pulau Pinang secara keseluruhan, maka disebutlah ini menjadi Bukit Penang atau Penang Hill yang sudah dibuka untuk umum sejak tahun 1923 dan menjadi salah satu tempat paling favorit bagi penduduk Pulau Penang kalau lagi suntuk.

Bukit Bendera :)

Penasaran dengan pemandangan Georgetown bukan? Akhirnya kita menaiki kereta menuju puncak penang hill untuk melihat pemandangannya. Ada 2 kereta yang akan naik dan turun secara bergantian dengan selang waktu sekitar 20-30 menit. Perjalanan kereta ke Penang Hill sekitar 5 menit dan ternyata rel kereta api ini dibangun selama 17 tahun dari 1906 hingga 1923. Nanti kereta juga akan melintasi terowongan sepanjang sekitar 10 meter yang tahun pembangunan 1922. Kereta yang dipakai kini merupakan kereta terbaru dengan daya angkut sekitar 80 penumpang dan desain kereta yang miring menyesuaikan kemiringan bukit sekitar 45 derajat.

Rel Kereta dengan Kemiringan 45 derajat

The Owl Museum at Penang Hill

Cetakan Tangan Di Penang Hill

Pemandangan Pepohonan di atas Penang Hill

Di sana kami juga berjalan mengelilingi Penang Hill. Terdapat Love Lock  yang dipercaya bisa mengikat cinta sepasang kekasih :p wkwkwkwk..
Love Lock at Penang Hill

with Ibu Gaul at Lock Love, Penang Hill

Sore harinya, kami bermaksud mencari oleh-oleh di Komtar. Akan tetapi, kita menuju Chowrasta Market (Pasar Tradisional yang ada di Penang). Setelah hunting beberapa pernak-pernik di sana, kami menuju Plaza Gurney, Parkson Mall yang terkenal di Penang. Harganya cukup tinggi tetapi bisa menjadi sangat murah jika terdapat diskonan. Pas banget ada SALE!!! hehehe..
Plaza Gurney

Satu tempat yang belum sempat dikunjungi adalah Pantai Batu Feringgi karena hujan mengguyur Kota Penang sehingga kita mengurungkan niat menuju pantai itu.

Time is up! Tepat pada pukul 18.00 kami menuju hotel karena waktu persewaan mobil taksi sudah habis. Setibanya di hotel, kami pun belum puas untuk mencari oleh-oleh. Akhirnya kami menuju Komtar (Kompleks Tun Abdul Razak) karena penasaran. Dengan menaiki Rapid Penang Bus 101 kami menuju tempat tersebut.

Komtar (Kompleks Tun Abdul Razak)

Besok paginya, kami kembali menuju medan. Itulah ceritaku tentang perjalanan dadakan menuju Kota Penang.
"Travel while you are young and able. Don’t worry about the money, just make it work. Experience is far more valuable than money will ever be."