Selasa, 25 Desember 2012

“International Conference on Construction Industry, Facilities, and Asset Management” (ICCIFAM 2012) 22-23 November 2012 Grand Inna Muara Hotel, West Sumatera, Indonesia


Anggun as Presenter, COWAR: "Conservation of Water Resources", The Effort of Drought and Water Crisis Prevention in Brantas River Basin
 
On behalf of the Brawijaya University representation delegation of “International Conference On Construction Industry, Facilities, and Asset Management” (ICCIFAM 2012) please allow us to give thank you, Ir. H. RB. Ainurrasjid, MS as 3rd Deputy Rector of Brawijaya University, Ir. Ari Wahjudi, MT as 3rd Deputy Dean of Engineering Faculty, Ir. Dwi Priyantoro, M.S. as Chairman Major of Water Resources Engineering, Dr. Eng Donny Harisuseno, ST. MT as Secretary Major of Water Resources Engineering, and all the people who support us to participate as a presenter in this conference.
This conference is truly international conference, since it hosted by three universities, namely: Andalas University, Universiti Teknologi Malaysia, and Deakin University, Australia. The guest speakers also come from several countries such as: Indonesia, Malaysia, Australia, and other countries, and attended by participants from various countries, such as: Indonesia, Malaysia, Thailand, the United Arab Emirate, India, the United States of America, Iran, and the Philippines.
The theme of this conference is: Managing assets and infrastructure in the chaotic global economic competitiveness. This event is held in order to promote, increase, and contribute to the scientific world, as we all know that science is developing over time, it makes the needs for fostering and discussing it. This event is one of the ways to foster and discuss it so that the development of science, especially in the field of construction industry, facilities and asset management can be done and achieved.
Global population that continues to grow significantly had increased the demand in resources. On the other hand, the availability of natural resources is limited, where two-thirds of the world's ecosystems are currently decreased on quality or utilized without can be recycled. Principles of sustainable development is a concept of economic development where the using of resources intended to meet human needs while maintaining balance and sustainability of environment, which will be able to meet the needs of the present and future generations.
Asset management, sustainable facilities and infrastructure have emerged as important issues affecting the global economic order. Issues such as climate change, energy scarcity, spatial and facilities, food security and poverty have forced the world to revitalize the concept and the optimal order of development, responsible and sustainable.
Rio De Janeiro Earth Summit has agreed on the concept of Green Economy, which is the economic concept of green / environmentally friendly as a follow-up management of sustainable development and poverty reduction over the world. Rio +20 Summit has declared a new document of sustainable development under the title The Future We Want for a long time perfecting the document Our Common Future, which was declared the 1992 Earth Summit.
The topic has become an important topic for discussion because of the long-term expectations and requirements in the future is strongly influenced by the ability to manage resources at this time. Comprehensive governance of infrastructure and energy is directed to encourage economic growth significantly. In the end it will be able to realize the economic competitiveness of effective, efficient and sustainable. Development that delivers on-going value of benefits expected to improve the global economy program as well as reducing global imbalances is happening.

 
Anggun and Annisa with Dr. Ir. Hermanto Dardak, M. Sc. IPU (Vice Ministry of Public Works of Republic Indonesia)

Jam Gadang @ Grand Inna Muara Hotel, Padang


Selasa, 18 Desember 2012

Jakarta dan Padang, Kota Pelepas Penat


Aku terus berlayar dan berlayar mengarungi samudera luas. Akhirnya aku harus fokus terhadap kuliah dan meraih prestasi yang aku impikan. Padang merupakan kota kedua setelah Jakarta yang kusinggahi untuk melepas penatku. Alhamdulillah disana aku juga mempresentasikan paperku yang lolos dalam conference. Stop making excuse, get productive today n keep moving forward! ^_^
Bismillah, aku akan mengisi hari-hariku mulai tanggal 1 Muharrom ini dengan hal yang lebih positif :D”

Rabu, 05 September 2012

KEGIATAN HARIAN MAGANG DI PDAM KOTA MALANG


Senin, 27 Agustus 2012
Pada tanggal 27 Agustus 2012 merupakan hari pertama aku bersama kedua sahabatku (Ira dan Annisa) magang di PDAM Kota Malang. Tiga tema yang ditentukan dalam pemilihan PKN (Praktek Kerja Nyata) adalah water balance, pressure management, ALC (Pendeteksi NRW atau loses). Sistem pengaliran jaringan perpipaan yang digunakan oleh PDAM adalah Hanzen William.

Kebersamaan Team Work Ketika Kerja Lapangan

Dengan keramahan Pak Wito sebagai pembimbing kita di PDAM, beliau menjelaskan mengenai water balance. Sesuai dengan artinya water balance yaitu keseimbangan air yang dilakukan untuk mengetahui debit di DMA (District Main Area) dan mengukur seberapa besar kehilangan air di inlet. Water balance juga memiliki maksud debit yang masuk (Q1) sama dengan debit yang dikeluarkan atau debit yang dipakai untuk kebutuhan di DMA (Q2). Sehingga selisih antara Q1 dan Q2 disebut loses (NRW). Apabila terjadi selisih maka ada kemungkinan terjadi kebocoran. Oleh karena itu dipasang PRV setiao DMA untuk mengatur tekanan secara otomatis dan juga terdapat master induk (MD). Hal tersebut juga dimaksudkan untuk mengetahui flow, mengingat flow berbanding terbalik dengan tekanan.
Dengan penjelasan yang diberikan oleh Pak Pran kita menuju lokasi rampal. Setibanya disana, kita melakukan pemasangan alat water balance (prosonik) untuk mengetahui besarnya flow. Sebelumnya dilakukan penggalian tanah untuk memasang sensor pada pipa PVC berdiameter 6 inchi (150 mm) dan tebal 16 hingga 19 mm.

Berikut ini tahap-tahap kegiatan pengukuran water balance :

Penggalian Tanah untuk pemasangan sensor


Penggalian Tanah untuk Penempatan Alat Prosonik


Input Data untuk setting Alat Prosonik


Pemberian gel pada sensor


Pemasangan sensor pada pipa



Pemasangan Kabel-kabel antara sensor dengan Alat Prosonik


Pembacaan Alat Prosonik


Pemasangan Box Besi untuk tempat pelindung Prosonik


Rol Kabel dan Alat Prosonik dimasukkan dalam box besi


Pemasangan police line untuk keamanan pemantauan water balance

Pengukuran dilakukan di titik yang mempunyai 1 inlet. Pada Kota Malang terdapat 131 DMA dan standarnya 1 DMA maksimal melayani 500 pelanggan. Jika terjadi perbedaan debit di inlet dengan debit di pemakaian yang lebih dari 30 persen, maka terjadi kebocoran. Pendeteksian  kebocoran tersebut dilakukan pada jam 11 malam hingga jam 3 pagi karena pada waktu itu air jarang dipakai.
Kendala yang terjadi pada pengukuran water balance adalah terkadang jauh dari kampung sehingga sulit untuk mencari listrik yang digunakan untuk pemasangan prosonik. Tipe sensor pada prosonik adalah P-CL-1FL-B. Input data yang dibutuhkan untuk pengukuran water balance menggunakan prosonik adalah jenis pipa, diameter pipa, dan ketebalan pipa. Sebelum sensor diletakkan di atas pipa, dioleskan dahulu gel untuk pengantar air ke sensor tersebut. Output yang dihasilkan dalam alat prosonik adalah flow sebesar 7,625. Pemasangan alat tersebut dilakukan pada jam 12 siang, sehingga alat tersebut diambil pada keesokan harinya jam 12 siang juga karena proses yang dibutuhkan selama 24 jam.

Selasa, 28 Agustus 2012
Pengambilan alat prosonik dan mengambil data mentah dari alat tersebut untuk diketahui keadaan water balance nya.

Rabu, 29 Agustus 2012
Pemasangan alat prosonik (ultrasonic flow meter) dilaksanakan di Jalan Panglima Sudirman Utara. Akan tetapi, pemasangannya bukan pada pipa DMA melainkan pipa zone transmisi yang lebih besar dan mencakup beberapa wilayah. Dikarenakan kendala pada pembukaan manhole maka pipa yang digunakan tepat diatas sungai kecil sebelah warung sehingga mendapatkan aliran listrik di warung.
Kendala Pembukaan Manhole

Pemasangan Alat Prosonik di Jalan Panglima Sudirman Utara

Lokasi yang kedua terletak di Sungai Mahakam, Jalan Asahan. Pemasangan hydrins insertion flow dilakukan pada lokasi tersebut. Pipa berdiameter 79 inchi tersebut juga masih berhubungan dengan pipa zone yang berada di panglima sudirman. Pengukuran water balance tidak menggunakan prosonik sebab output yang dihasilkan bukan hanya debit saja melainkan juga tekanan aliran. Tetapi, keakuratan alat prosonik lebih tinggi daripada insertion flow meter. Selain itu, bagian sensor pada prosonik hanya ditempelkan di atas pipa sedangkan bagian sensor pada hydrins dimasukkan di dalam pipa.
Alat Hydrins Insertion Flow


Multi Log sebagai Perekam Data melalui sms


Pemasangan Alat Hydrins Insertion Flow


Pemasangan Box untuk Keamanan Alat

Sebelum dilakukan pengukuran menggunakan hydrins insertion flow, dilakukan penyettingan input A ( ketebalan, jenis, dan diameter pipa), lalu pemasangan sensor di dalam pipa untuk mengetahui kecepatan aliran (V). Dengan demikian akan diketahui flow (Q)  melalui multi log atau kunci logger. Multi log juga berfungsi merekam debit dan tekanan yang dihasilkan melalui sistem sms tanpa sumber listrik sehingga memudahkan karyawan PDAM untuk mengetahui output yang dihasilkan dengan jarak jauh. Output yang dihasilkan tersebut digunakan sebagai parameter untuk perencanaan pemasangan PRV di mainhole lokasi panglima sudirman.