Senin, 23 Oktober 2017

Pernikahan Diniatkan untuk Ibadah

Suami dan istri adalah titipan dari Allah SWT. Kita menunaikan kewajiban karena ibadah dengan ikhlas. Allah akan memberikan pahala yang besar sesuai dengan beban yang diberikan. Allah menilai sesuai dengan kadarnya. Setiap orang memiliki cobaan masing-masing. 

Sabar adalah menerima takdir Allah dan juga ikhtiar. Dalam menjalankan ibadah pasti ada godaan dari setan. 

Kiat mempertahankan rumah tangga :
  1. Ikhlaskan niat ibadah membangun rumah tangga karena Allah.
  2. Anggota keluarga adalah aset amal jariyah untuk menuju surga. Istri yang menunaikan solat, puasa, dan menaati suaminya, maka dia bisa memilih 8 pintu surga dari manapun. Anak yang soleh solehah menjadi amal jariyah. Suami yang memberikan nafkah halal kepada anak dan istri.
  3. Menjalankan tugas dan kewaijiban sebagai suami dan istri, Kewajiban suami yang merupakan hak istri yaitu harus bermuamalah dengan lembut dan santun (berutur kata baik, tatapan yang syahdu, penuh kasih sayang), memberikan nafkah (pengeluaran rumah tangga : makanan, minuman, pakaian, dan tempat tinggal semampunya), pendidikan yang baik (suami bisa mendidik istri dan anak yang berhubungan dengan kewajibannya), dan perlindungan (keamanan di rumah adalah kewajiban suami). 50% rumah tangga adalah kebutuhan biologis maka pernikahan adalah menyempurnakan separuh agama. 

Selasa, 26 Juli 2016

Ayah…

Ayah…
Sosok pria yang selalu ada di hatiku. Dia yang selalu memberikan ketenangan dikala aku sedang bersedih. Ayah yang selalu memberikan saran ketika aku diterpa masalah. Beliau selalu ada baik suka dan duka. 

Ayah yang mengajarkanku untuk tegar, tabah, dan ikhlas. Ayah yang memberikanku semangat dan selalu berpikir positif. Dia yang meyakinkanku bahwa segala sesuatu bisa terjadi ketika kita ikhtiar, berdoa, dan tawakkal kepada Allah.

Ayah memiliki hobby yang sama denganku. Kita penyuka travelling. Dia selalu ada menemaniku untuk menikmati alam yang indah. Dia yang selalu melindungiku.
Tak pernah aku liat ayah melakukan kekerasan. Dia dengan sabar menuntunku. Akan tetapi dia juga tegas mengatakan tidak jika itu salah dan mendukungku jika itu baik.

Ayah yang selalu bekerja keras dan berpikir kreatif. Masih ingat dahulu ketika aku mengerjakan tugas prakarya, ayah selalu membantu dan memberikan ide-ide yang unik.

Ayah selalu berpikir praktis, sederhana, dan tidak neko-neko. Tapi itulah yang aku suka karena terkadang aku berpikir terlalu rumit dan panik.

Kini ayah sudah berusia 58 tahun. Guratan wajah ayah tergambar jelas di benakku. Terimakasih ayah, atas segala perhatian dan kasih sayangmu. Maafkan aku jika pernah membuat ayah sedih, kecewa, dan tidak senang.  Semoga Allah selalu memberikan kebahagiaan, kesehatan, dan keberkahan umur pada Ayah. Aamiin.

With love,


Anggun, Your Little Girl


Kamis, 14 Juli 2016

Perjalanan Wisata Dadakan Menuju Penang, Malaysia

Yeayy! Travelling adalah kegiatan yang paling aku sukai. Alhamdulillah mendapatkan kesempatan untuk menapaki Kota Penang Malaysia setelah menikmati suasana Kota Medan Sumatera Utara.
Well, pertama penulis akan bercerita mengenai Kota Medan. Sesampainya di bandara kita menaiki kereta bandara, Airport railway station di Kuala Namu. Perjalanan dari kualanamu menuju kota medan sekitar 30 menit menggunakan kereta. Harganya 100.000 rupiah.

Keceriaan dalam Kereta dari Kuala Namu menuju Medan

Ada satu hal yang paling aku sukai di kota ini adalahhhhhh DURIAN.. I really love it so muchhhh.. Lebayy :p
Yaaa meski durian saat itu belum musim, akan tetapi masih ada juga stock durian di Ucok Durian.. Mantaaapp…

Menikmati Manisnya Durian Medan, satu mana cukup :p

Istana Maimoon..
Di Istana Maimoon kita bisa mencoba kostum baju daerah medan dengan sewa baju 10.000, 30.000, hingga 60.000 rupiah.

Raja dan Ratu sedang menemani putri 
yang menunggu pangeran yang belum juga datang :p #jadibaper

Kita juga bisa membeli oleh-oleh seperti tas, kain tenun, sarung tenun di sana.
Disana juga terdapat taman yang indah dengan hiasan bunga-bunga nan elok.. 

I love flowers ^_^

In front of Maimoon Palace :)

Selanjutnya kita berkemas untuk menuju PENANG :D
Tepat jam 16.30 kami sampai di Bandara Kuala Namu.

Di depan Miniatur Khas Medan

Okee,,, Here we go! Saatnya take off pada jam 7 malam.. Kemudian kita sampai di bandara penang pukul 19.30. Yuhuu saatnya nyari spot foto yang ada tulisan Penang akhirnya dapet di spot ini.. hehehehe.. Padahal tulisannya Quarantine Unit.. Random aja deh meski di tempat karantina..

Inside Penang Airport

Sebelum menuju hotel, aku sempat menukar uang rupiah ke ringgit. Cukup mahal kalau kita menukar di Money Changer Bandara. Selisih sekitar 100.000 jika menukar 1 juta. Setalah itu kami menuju Hotel Georgetown City Hotel Penang menggunakan taksi bandara.

Dalam perjalanan menuju hotel, kami memiliki kesepakatan dengan sopir taksi bandara untuk menggunakan jasanya selama 10 jam mulai jam 8 pagi hingga jam 6 malam.

Jam 8 pagi agak ngaret sedikit kita menuju Street Art, George Town. Disana banyak lukisan mural yang ada di dinding-dinding.

Penang Street Art, “Little Children on a Bicycle” Mural, Armenian Street, George Town, Penang

“Reaching Up” Mural, Cannon Street, George Town, Penang

Walking around trying to find the street art in Georgetown is an amazing free activity that showed us a very different kind of street art and also made us discover so much more of the city.
Depan Klenteng Street Art, Georgetown

Lukisan Barongsai 

Toko Pernak Pernik Street Art

Di depan Klenteng Street Art

Masih di Street Art :D

Di daerah street art tersebut juga terdapat Masjid Melayu Jamek Lebuh Acheh Pulau Pinang.
Terletak di ujung selatan George Town, masjid di Lebuh Acheh masuk Tapak Warisan Duni ni dibangun dengan gaya arsitektur Moorish, corak yang juga muncul pada Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Namun, kubahnya tidak berbentuk setengah lingkaran, melainkan beratap meru. Gaya arsitektur China tercermin dari butiran abstrak naga di puncak dan sudut-sudut atap.

Masjid Melayu Jamek Lebuh Acheh Pulau Pinang

Menara Masjid Melayu Jamek Lebuh Acheh Pulau Pinang

Next destination Kek Lok Si Temple :D
Sebelum menuju singgah sana Kuan Yin, kami mampir dulu Transformer of Gurney Paragon. Just took a picture lalu kita menuju pasar yang seperti pasar minggu lokasinya di dekat stadium Bandara Pulau Penang.
Transformer of Gurney Paragon

Akhirnya kami tiba di Kek Lok Si Temple ^_^
Di sekitar patung tersebut terdapat beberapa kuil dan pagoda. Kita juga dapat melihat pemandangan penang. Banyak local Chinese Malaysians datang untuk mengunjungi Kuil Kuan Yin.

Dewi Kuan Yin 

Kuil Kuan Yin

Pemandangan Sekitar Penang

Keep Smiling and Keep Shining :D

Bukit Bendera, Penang Hill ^_^
Penang Hill adalah sebutan dalam Bahasa Inggris untuk Bukit Bendera yang ada di Pulau Penang, Malaysia. Nama awalnya adalah Bukit Bendera Pulau Penang atau Flag Hill. Namun karena dari bukit ini menjadi titik tertinggi (sekitar 830 meter diatas Kota George Town) untuk bisa melihat Pulau Pinang secara keseluruhan, maka disebutlah ini menjadi Bukit Penang atau Penang Hill yang sudah dibuka untuk umum sejak tahun 1923 dan menjadi salah satu tempat paling favorit bagi penduduk Pulau Penang kalau lagi suntuk.

Bukit Bendera :)

Penasaran dengan pemandangan Georgetown bukan? Akhirnya kita menaiki kereta menuju puncak penang hill untuk melihat pemandangannya. Ada 2 kereta yang akan naik dan turun secara bergantian dengan selang waktu sekitar 20-30 menit. Perjalanan kereta ke Penang Hill sekitar 5 menit dan ternyata rel kereta api ini dibangun selama 17 tahun dari 1906 hingga 1923. Nanti kereta juga akan melintasi terowongan sepanjang sekitar 10 meter yang tahun pembangunan 1922. Kereta yang dipakai kini merupakan kereta terbaru dengan daya angkut sekitar 80 penumpang dan desain kereta yang miring menyesuaikan kemiringan bukit sekitar 45 derajat.

Rel Kereta dengan Kemiringan 45 derajat

The Owl Museum at Penang Hill

Cetakan Tangan Di Penang Hill

Pemandangan Pepohonan di atas Penang Hill

Di sana kami juga berjalan mengelilingi Penang Hill. Terdapat Love Lock  yang dipercaya bisa mengikat cinta sepasang kekasih :p wkwkwkwk..
Love Lock at Penang Hill

with Ibu Gaul at Lock Love, Penang Hill

Sore harinya, kami bermaksud mencari oleh-oleh di Komtar. Akan tetapi, kita menuju Chowrasta Market (Pasar Tradisional yang ada di Penang). Setelah hunting beberapa pernak-pernik di sana, kami menuju Plaza Gurney, Parkson Mall yang terkenal di Penang. Harganya cukup tinggi tetapi bisa menjadi sangat murah jika terdapat diskonan. Pas banget ada SALE!!! hehehe..
Plaza Gurney

Satu tempat yang belum sempat dikunjungi adalah Pantai Batu Feringgi karena hujan mengguyur Kota Penang sehingga kita mengurungkan niat menuju pantai itu.

Time is up! Tepat pada pukul 18.00 kami menuju hotel karena waktu persewaan mobil taksi sudah habis. Setibanya di hotel, kami pun belum puas untuk mencari oleh-oleh. Akhirnya kami menuju Komtar (Kompleks Tun Abdul Razak) karena penasaran. Dengan menaiki Rapid Penang Bus 101 kami menuju tempat tersebut.

Komtar (Kompleks Tun Abdul Razak)

Besok paginya, kami kembali menuju medan. Itulah ceritaku tentang perjalanan dadakan menuju Kota Penang.
"Travel while you are young and able. Don’t worry about the money, just make it work. Experience is far more valuable than money will ever be."

Kamis, 17 Maret 2016

Diam itu Emas


Diam itu bukan berarti kosong,
Diam itu bukan berarti hampa,
Diam itu bukan berarti tidak mengerti,
Diam itu bukan berarti tak peduli,
Diam itu penutup segala kebodohan,
Diam itu perhiasan tanpa berhias,
Diam itu kehebatan tanpa kerajaan,
Diam itu benteng tanpa pagar,
Diam itu penutup segala aib,

Diam itu ibadah yang tanpa bersusah payah,
Diam itu perhiasan bibir tanpa berhias dengan pemerah,
Diam itu kekayaan tanpa meminta kepada orang,
Diam itu istirahat bagi kedua malaikat pencatat amal.

Tapi …

Jangan diam saat orang bekerja
Jangan diam saat kejujuran dikoyak
Jangan diam saat keburukan ada didepanmu
Jangan diam saat hatimu pilu, berdzikirlah supaya hatimu tenang
Jangan diam saat harus bicara
Jangan diam saat ditanya, meski jawabnya ‘tidak tahu’
Jangan diam saat imam selesai membaca Al-Fatihah.. bacalah Amin..
Jangan diam saat Engkau berdoa

Diam yang baik itu…

Diam sedang menyerap ilmu,
Diam ingin mencari makna,
Diam sedang merajut asa,
Diam sedang memperhatikan,
Diam karena ilmu nya orang tua,
Diam karena mendengarkan,
Diam sedang menahan ghibah dan dusta,
Diam sedang menahan amarah,
Diam sedang berpikir,
Diam sedang berdoa dalam hati,
Diam sedang mencari solusi.
Diam sedang menyembunyikan keikhlasan,

Itulah kenapa… DIAM ITU EMAS

=============
Sungguh lidah memang tak bertulang, setiap gerakannya akan menggetarkan pita suara, dan suara yang keluar jika tak bernilai kebaikan sebaiknya diam, dan mustinya harus selalu diingat bahwa setiap gerakan lidah akan dimintai pertanggungjawaban oleh  ALLAH di peradilan ALLAH nanti.

Iya lidah dan ucapan akan dihisab, bicara apa dan berkata apa. Di peradilan ALLAH tidak ada pengacara yang akan membela. Di sana lidah hanya akan berkata jujur tentang semua yang pernah diucapkannya, dan betullah seharusnya kita DIAM ketika tidak bisa berkata benar.

“Kalau dihina ?” gak usah dibalas dengan hinaan. rugi mengotori lidah dengan menghina orang itu lagi. Ketika ada orang yang menghina, sesungguhnya orang itu sedang menghina dirinya sendiri. Ketika membalas dengan hinaan, apa bedanya dengan dia.  Jangan.. jangan..  pahala dan energi bisa habis hanya untuk membalas sesuatu yang gak penting lagi buat kita bukan? biarkan saja… sudahi dengan DIAM dan senyum manis.

Berhati-hatilah, karena lidah lebih tajam dari pedang (pesan sayyidina Umar bin Khattab).

Kata orang ”Setan itu mencari sahabat sahabatnya dan ALLAH melindungi kekasih kekasihNYA” salah satu agar dicintai ALLAH dan menjadi kekasih ALLAH adalah dengan menjadi ahli dzikir dan sifat dari para ahli dzikir itu “diamnya dzikir, bicaranya dakwah” …


Firman-ALLAH, “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. Yaitu, ketika dua malaikat mencatat amal perbuatannya, yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada satu ucapan pun yang diucapkannya melainkan di dekatnya ada malaikat yang selalu hadir. (QS Qaf: 16-18).

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam”. (Riwayat BUKHARI & MUSLIM)

Barangsiapa diam maka ia terlepas dari bahaya”.(Riwayat AT-TARMIZI)

Allah memberi rahmat kepada orang-orang yang berkata baik lalu mendapat keuntungan, atau diam lalu mendapat keselamatan.” (HR Ibnu Mubarak).

Kamis, 21 Januari 2016

Dare to Dream Big

Don’t let go of your dreams.. Dare to dream big.. When you have hit rock bottom, the only way is up.. Dream, believe, and make it happen!


Selasa, 12 Januari 2016

Hello My Blog, Long time no see..

Setelah sekian lama gak nulis di blog soalnya lagi sibuk dengan berbagai macam kegiatan yang sak abrek dari sabang sampai merauke dari terbit matahari sampai terbenamnya matahari.. Cieleh gaya banget nih penulis anggun’s world.. Lebayy.. wkwkwkwk..
Kangen juga nulis coretan aku di blog yang apalah-apalah.. hehehe..
Alhamdulillah keberadaan penulis sekarang ada di Ibu Kota Indonesia tercintah yang katanya sih lebih kejam dari ibu tiri.. Lol :D

Yuk simak kisah pengalaman menarik penulis tepatnya diiiiiii Labuan Bajo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur yang sangat incredible, amazing, wonderful, Wowww.. Let’s check this out! :D

Jam 3 dini hari kami berkumpul di Bandara Soekarno hatta menuju Bandara Ngurah Rai, Bali. Setibanya di Bali, kami menuju bandara Labuan Bajo menggunakan pesawat baling-baling. Setelah itu, kami menuju Batu Cermin untuk menikmati suasana jungle adventure. Kami memasuki goa yang sangat gelap sehingga diperlukan helm proyek dan senter. Merunduk-runduk kami mencoba memasuki goa tersebut. But,,, you know that I wore the wrong clothes! Aku pikir akan menuju hotel dahulu sehingga bisa ganti baju. Tapi salah prediksi deh. So I suggest you guys if u wanna travel to some places you should wear trousers. Itu yang paling safe sih ato make sure juga kalo emang ke hotel ya paling gak bisa touch up dulu lah.. hehehehe..

Batu Cermin, Labuan Bajo

Saatnya menyeberang menuju Loh Buaya yang berada di Pulau Rinca. Mengapa dinamakan loh buaya karena dahulu terdapat banyak buaya, akan tetapi sudah berpindah dan mati lalu saat ini menjadi tempat hunian komodo. Disana pengunjung dapat menyaksikan hutan bakau, padang savana, serta satwa liar seperti komodo, rusa timor, monyet ekor panjang, dll.

Menikmati Suasana Laut di Kapal

Ketika sebelum memasuki kawasan komodo pastikan bahwa kita tidak berada dalam masa haid dikarenakan komodo sangat tajam penciumannya terhadap darah. Nah, saat itulah aku bimbang untuk memutuskan mengikuti perjalanan di Pulau Rinca atau tidak disebabkan aku sedang melalui fase awal haid. Lalu ada beberapa guide menyarankan aku mengikuti saja dengan penjagaan dari salah satu guide khusus dan tidak boleh panik jika ada komodo yang mendekat. Alhasil, aku pun membulatkan tekad untuk mengikuti perjalanan melihat komodo liar dengan penjagaan satu guide khusus yang membawa tongkat untuk menghindari komodo yang mendekat.


Komodo National Park, Pulau Rinca

Perjalanan wisata berlanjut setelah pelatihan ditutup dengan mengunjungi Pulau Padar, Loh Liang-Pulau Komodo, dan Pantai Kanawa. Pulau Padar merupakan pulau yang paling bagus karena disana kita bisa melihat laut yang dipisahkan oleh pulau-pulau kecil. Pulau Komodo mirip dengan pulau rinca, akan tetapi komodo lebih besar dan keberadaannya jarang. Sedangkan pantai kanawa adalah pantai yang paling bagus untuk snorkeling karena kejernihan air laut yang ada di pantai tersebut. Oke this is it, I love my life :)

Keindahan Bentangan Pulau Padar

Foto Bersama Komodo

Snorkeling di Pantai Kanawa

Well, tunggu perjalanan penulis Anggun's World selanjutnya ya hehehehe.. 

Sabtu, 11 April 2015

Hijrah Menuju Cahaya Cinta Illahi...

Memang benar Allah tidak akan membiarkan hambaNya berkata aku beriman tanpa mengujinya..

Apakah manusia itu mengira, bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, sehingga Allah mengetahui orang-orang yang benar dan pendusta.”
(Q.S. al-Ankabut [29]: 2-3)

“…Sungguh akan kami uji (iman) kalian dengan kesusahan dan (dengan) kesenangan. Dan hanya kepada Kamilah kalian akan dikembalikan…” (Q.S. al-Anbiya’ [21]: 35)

Hanya dengan mengingat kematian membuat kita bisa bercermin dan merenung serta berpikir, akankah kita meninggal dengan khusnul khotimah. Sudah cukupkah tabungan amalan di dunia. Beratkah timbangan amal kebaikan kita atau justru dosa kita yang lebih berat. Akankah kita menerima catatan perbuatan kita selama di dunia dengan tangan kanan atau kah dengan tangan kiri. Yaa Rabbii lindungilah hamba dari perbuatan buruk, perbuatan keji, maksiat, rayuan setan yang terkutuk. Kumpulkanlah hamba dengan orang-orang solih solihah..

Memang manusia itu tempatnya salah dan dosa. Tetapi kita harus berusaha menjadi lebih baik dari sebelumnya. Meninggalkan apapun yang membuat Allah murka. InsyaAllah Dia akan menggantikan sesuatu yang lebih indah, baik, dan berkah. Ya sebagai muslimah kita harus bisa bersikap tegas dan berprinsip. InsyaAllah hidup akan menjadi terarah.. Bismillah, berhijrah menuju kebaikan.. 

Rabu, 21 Januari 2015

D'Malangan "REVIVAL OF MALANG CULTURE THROUGH FASHION PRODUCT"


Vision
Becomes the creative social enterprise that can empower woman communities to achieve self-reliance continuously and preserve Malang culture.
Mission
·         To solve problem with creative social business approach that involvement of experts and young people in its implementation.
·         To introduce the local culture in Malang city widely to community in local, national, and international.
·         To create assortment of creative fashion product by vocational high school students and woman community empowerment.
·         To utilize patchwork into valuable goods.
·         To be continously community Self-Reliance.

PROJECT DESCRIPTION ANALYSIS
1.     Project Background
D’malangan is the social entrepreneur project that used to preserve local culture trough entrepreneur activity in Malang city, Indonesia. This project motivated by the rapid influence of foreign culture especially in world of fashion to the public particularly for the children and teenagers, make the existence of the local culture will be threatened. One of the ways to preserve local culture is developing culture in line with the dynamic public appetite, cultural elements be able to integrated with fashion, like a symbol, adhere in our appearance, and also promote the diversity of the Indonesian culture especially about the local art mask dance Malangan. Nevertheless, Malang city, as the one of tourist destination has little typical souvenir of Malang. So, we Initiative to build typical souvenir of Malang through social entrepreneur activities in fashion product based local socio-cultural development.  
Besides that, this project encourages the local community development like mothers community of Empowerment & Family Welfare (PKK) and Art vocational high school in Malang to be part entrepreneur activities that bring them for independent and sustainable community in the future.
2.     Project Objective
D’malangan capable to encourage the preserve and arouse of Malang culture also developing independent and sustainable local community trough fashion product based local socio-cultural development.   
·           Value Proposition
D’Malangan created by the newness concept design and accessibility, this product developed by combining local dance mask cultural concept with popular culture that has opportunity to become a newness local culture innovation icon trough a fashion product, moreover, in the concept design, designed  as an environment-friendly products contains a art and culture values, social enterprise, but, still trendy and fashionable. D’malangan product is the new Malang typical souvenir, able to contribute to add typical Malang Souvenir and become great souvenir for Malang tourist.    
 
D' Malangan Souvenir made from patchwork

STRATEGIC MARKETING PLANNING FOR D’MALANGAN
1.     Marketing Strategy Plan
In a marketing perspective, D' Malangan is expected to be affordable to all levels of social strata because one of its competitive advantages is a fusion of fashionable design with cultural value, Moreover. STP method is used to analyse the marketing strategy:
a) Segmentation Planning
D' Malangan is a souvenir-based, clothing or gift product that is a bag with a distinctive garnished Malangan culture with more fashionable design and added value.Relatively, its affordable price also makes D' Malangan can be afforded by the middle to lower class. Thus,the targeted market segments D' Malangan this from the bottom to the top social strata of people  which ranging from kids, teenagers, workers and adults.
D' Malangan Products
b) Targeting Planning
Given that we sell commodities characterized Malang, then our main clients are tourists or visitors.  Travellers are a potential market for this product , because every time they do visit , they definitely need souvenirs to souvenirs . This segment sales for the type of direct marketing or direct sales around the home production.
c) Positioning
In the market, D' Malangan positioned as souvenirs and fashion items that have more benefits with artistic and cultural values ​​as well as with its relatively affordable price. D' Malangan products can be as a means to develop the innovation and creativity of the students of SMK Negeri 5 Malang and PKK Purwantoro Village area , Blimbing district , Malang .
·           Integrated Marketing Communication
First and foremost, we use catalogue and brochure distributed around tourist areas, as well as promotion through the local magazines, social media platform, campus radio , and social networking. Moreover, IMC which will be used as a media campaign brochure direct and official accounts on multiple social networking sites and the official website as a media campaign through electronic media . This is because it is possible for adolescents and mothers market to buy products D' Malangan , as fashion becomes an important part of everyday life for these circles.
D' Malangan preserves Malang Culture